Sunday, October 4, 2009

1

Pensel ini kawan baik aku
Kertas itu teman kami
Ayat itu yang tersusun rapi,
Nyawa kami...

Bila hidup tanpa kata-kata
Tanpa peribahasa
Tanpa ayat yang dibelit bersahaja,
Rasanya seakan-akan mati...

Bila menulis tanpa simile
Bila bersuara tanpa metafora
tanpa inversi
tanpa anafora yang diulang berkali-kali,
Roh seakan-akan sudah lari

4 comments:

  1. yang stanza kedua n ketiga terakhir tu best hik3

    ReplyDelete
  2. sejak bile zati pndai komen blog ni?

    XP

    ReplyDelete
  3. pena laju mencatit...
    kertas sentiasa sakit...
    melekarkan kata-kata berbahasa...
    supaya dapat memahami ertiNya...

    dapatkah aku memahaminya...
    jika dibuang apabila menulisnya...
    dapatkah aku memburunya...
    jika hilang kalimah indahNya...

    ReplyDelete
  4. dan kertas sentiasa merelakan sakitnya
    dan pena, sentiasa begitu tarinya

    meski sakit, jangan dibuang tulisnya
    meski keliru, jangan dibuang harapnya

    minta moga suatu waktu nanti
    kalimah indahNya kembali
    menghiasi kefahaman dalam sirat-sirat simpulan tulisan

    ReplyDelete