Diberi peluang melihat,
Satu lagi sinar mentari pagi...
Terik cahayanya,
Panas bahangnya,
Silau pancarnya,
Membuat aku rasa hidup, mampu merasa...
Setiap saat,
Setiap minit,
Setiap jam,
Setiap satu putaran matahari,
Aku masih berdiri,
Masih diberi peluang menjadi hamba kepada Ilahi...
Dan pasti,
Suatu hari nanti,
Matahari tak akan mampu lagi memberi,
Tatkala terbitnya ia dari arah bertentangan,
Setiap kalian sudah di hujung perjalanan,
Tinggal neraca Al-Mizan untuk menentukan,
Apakah layak kita, untuk syurganya?
Yang tahu, hanya Dia...
Dan mulut kita pun terkunci, tak mampu berkata-kata...
No comments:
Post a Comment