hitamnya menjalar tanpa hala
dengan tujuan yang satu
demi membinasakan tubuh perang itu
Bunyi kebinasaan kedengaran seperti daun yang dikeronyok
asap halusnya menusuk hidung
menikam deria menghiduku
Tatkala ia berderai
peroi di celahan penyepit itu
hati aku turut sama berkecai
melihat matinya si tubuh perang
mendengar seksa teriak bisunya
Dan matinya sendirian...
Tak dipeduli
Kerana siapa dia?
Hanya daun kering yang bersepah-sepah di kaki lima...
No comments:
Post a Comment